Perlindungan Terhadap Hak Anak Yang Menjadi Pelaku Tindak Pidana Pencurian Di Balikpapan Timur

Autor(s): Kusdina Dwi Hartari, Rista Paradistya

Sari

Salah satu hak anak pelaku tindak pidana pencurian tetap dilindungi sebagaimana disebutkan dalam Pasal 16 ayat (3) Undang-Undang Perlindungan Anak bahwa penangkapan, penahanan, atau tindak pidana penjara anak hanya dilakukan apabila sesuai dengan hukum yang berlaku dan hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir. Untuk itu permasalahan utama yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi perlindungan hak anak yang menjadi pelaku tindak pidana pencurian di Balikpapan Timur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris, Pendekatan ini dilakukan dengan meneliti data sekunder yang berhubungan dengan obyek penelitian, kemudian dilanjutkan dengan mengadakan penelitian langsung dilapangan. Selanjutnya data yang diperoleh disajikan secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan Pasal 16 ayat (3) Undang-Undang Perlindungan Anak sudah diimplementasikan oleh Polsek Balikpapan Timur dalam kasus pencurian yang dilakukan oleh anak, Polsek Balikpapan Timur tidak melakukan penangkapan dan penahanan sepanjang ada orang tua/keluarga yang bisa menjamin. Dalam penanganan perkara ini Polsek Balikpapan Timur juga berhasil dalam mengupayakan proses diversi.

Kata Kunci: Perlindungan hak anak; tindak pidana pencurian; Diversi.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Kartono, Kartini. Patologi Sosial Kenakalan Remaja. Jakarta: Raja Wali Press, 1992.

Krisnawati, Emeliana. Aspek Hukum Perlindungan Anak. Bandung: CV. Utomo, 2005.

Manan, Bagir. Penegakkan Hukum Dalam Perkara Pidana. Bandung: Unpad, 2004.

Marlina, Peradilan Pidana Anak di Indonesia. Pengembangan Konsep Diversi Dan

Restorative Justice. Bandung: Refika Aditama, 2009.

Nashriana. Perlindungan Hukum Pidana Bagi Anak Di Indonesia. Jakarta: PT Raja

Grafindo Persada, 2011.

Prodjodikoro, Wirjono. Asas-Asas Hukum Pidana, Cetakan Pertama. Jakarta: Sinar

Grafika, 2005.

———. Tindak-Tindak Pidana Tertentu Di Indonesia. Jakarta-Bandung: Eresco, 1986.

Samosir, C. Djisman, and P.A.F Lamintang. Hukum Pidana Indonesia. Bandung: Sinar

Baru, 1983.

Simanjuntak, B. Latar Belakang Kenakalan Anak. Bandung: Alumni, 1975.

Simorangkir, J. C. T., Rudy T. Erwin, and J. T. Prasetyo. Kamus Hukum. Jakarta: Sinar

Grafika, 2008.

Wadong, Maulana Hassan, and R. Masri Sareb Putra. Pengantar Advokasi Dan Hukum

Perlindungan Anak. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo), 2000.

Walgito, Bimo. “Kenakalan Anak (Juvenile Delinquency).” Yogyakarta: Yayasan

Penerbitan Fakultas Psykologi UGM, 1982.

Wiyono, R. “Sistem Peradilan Pidana Anak Di Indonesia,” 2016.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor

Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Adminbp, Pengurus Masjid Tangkap Dua Bocah Pencuri Kotak Infak,

https://www.balpos.com/pengurus-masjid-tangkap-dua-bocah-pencuri-kotak-infak, diakses pada

tanggal 25 Juli 2020, pukul 20.00 WITA.

Marlina, Sejarah Diversi dan Retirative Justice, http://doktormarlina.wordpress.com,

diakses pada tanggal 25 Juli 2020, pukul 20.00 WITA.

Tri Jata Ayu Pramesti, Hal-Hal Penting yang Diatur dalam UU Sistem Peradilan Pidana

Anak, http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt53f55d0f46878/hal-hal-penting-yang-diatur-

dalam-uu-sistem-peradilan-pidana-anak, diakses pada tanggal 25 Juli 2020, pukul 20.00 WITA.

Tri Jata Ayu Pramesti, Mungkinkah Dilakukan Penahanan Terhadap Anak Yang Dlam

Proses Diversi, http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt54ba7ec6f14af/mungkinkah-

dilakukan-penahanan-terhadap-anak-yang-dalam-proses-diversi, diakses pada tanggal 25 Juli

, pukul 20.00 WITA.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.